Senin, 09 September 2013

diferensiasi sex pada ternak

STUDY GEN PENGONTROL OOGENESIS PADA TERNAK
PENDAHULUAN

Seekor ternak membutuhkan perkembangbiakan untuk mempertahankan keturunan dan keberlangsungan kehidupan spesiesnya. Perkembangbiakan adalah proses perkawinan dua ekor ternak, yakni jantan dan betina yang biasa juga disebut sifat reproduksi ternak. Dalam proses reproduksinya seekor ternak membutuhkan sel kelamin (gonad) sebagai substansi yang akan membentuk individu baru, pada ternak dikenal ada dua jenis sel kelamin yakni ovum dan spermatozoa. Proses reproduksi betina dalam menghasilkan ovum (oogenesis) merupakan proses yang kompleks, dimana proses tersebut dimulai pada fase prenatal kemudian dilanjutkan sampai individu tersebut mengalami pubertas.
Perkembangan individu ternak postnatal dalam segi reproduksinya mengalami tahapan yang bertingkat-tingkat, dimana pada ternak betina terjadi proses folikulogenesis yakni proses perkembangan folikel yang terjadi di dalam ovari. Tahapan folikulogenesis berakhir dengan ditandai terjadinya proses ovulasi, yang menghasilkan ovum yang siap untuk tahapan fertilisasi. Pertemuan antara sel ovum dari ternak betina dengan sel spermatozoa dari ternak jantan secara fisologis disebut fertilisasi yang pada akhirnya akan membentuk embrio (individu baru). Proses reproduksi tersebut berlangsung pada oviduk ternak betina.
Kondisi fisiologis ternak berpengaruh pada tahapan ini, setiap ternak yang berbeda spesiesnya akan tahapan folikulogenesisnya, namun pada prinsipnya hampir sama pada beberapa spesies ternak. Pengaruh fisiologis setiap ternak terkait pada kondisi dan pengaruh hormonal dan genetis. Setiap tahapan reproduksi (oogenesis, folikulogenesis dan maturasi oosit) ternak terkait oleh pengaturan gen, dimana pengaturan gen terekspresikan mulai pada fase prenatal sampai postnatal seekor individu. Dalam makalah ini akan menjelaskan pengaruh hormonal dan gen dalam setiap tahapan reproduksi seekor ternak.

OOGENESIS PADA MAMALIA
Perkembangan dan Differensiasi Duct Sistem pada Mamalia
Pada mamalia, tahapan primordial untuk kedua duct system jantan dan betina permulaannya terjadi dalam mesonephroi. Wolffian (mesonephric) duct adalah awalan dari duct system dari jantan, segmen pertama di dalam pronephoros, kemudian berlanjut sebagai sebuah stabilisasi yang panjang pada kumpulan urogenital, bergabung pada kloaka adalah proses akhir kaudal. Bagian dari ductal system betina, mulerian (paramesonedhric) duct, dibentuk oleh invaginasi pada tabung dari permukaan epithelium dari mesonephros. Tabung ini barjalan paralel dengan wolffian duct dalam embrio jantan dan betina. Hanya satu dari dua duct system akan berkembang normal pada mamalia, bergantung pada differensiasi apakah yang mulai testis ataukah ovary (Gambar 4) (Wilhelm, 2007).

Gambar 1. Perkembangan dan diferensiasi pada genital duct system. Kedua Mullerian dan Wolffian duct berada pada tahapan bipotensial. Pada jantan, mullerian duct terjadi degenerasi dampak sekresi AMH oleh sel sertoli testis, sedangkan diferensiasi wolffian duct ke epididimis, vasa deferensia, dan seminal vesical dibawah kontrol androgen produksi oleh sel leydig. Pada betina, wolffian duct mundur dan mullerian duct diferensiasi ke oviduk, uterus, dan vagina atas.
Permulaan struktur ovari pada dasarnya tidak berbeda dari testis. Seks cord dibentuk oleh germ sel dan sel somatik, dari permulaan diferensiasi ovary dan testikular. Selama pembentukan tersebut pada dasarnya perubahan dalam testis sebagai seminiferus cord atau tubulus, dalam aktivitas germ sel ovary bercabang, sex cord menghilang dan akhirnya setiap oosit dibungkus oleh beberapa sel somatik untuk membentuk folikel primordial. Akhir dari oogenesis, ovary menghasilkan jutaan folikel primordial dalam jaringan interstitial dan adalah barisan dengan ovarium epithelium rusak disebut germinal epithelium. Oogonia dan oosit dibentuk selama setengah kehidupan fetus pada domba dan sapi (Gambar. 2) (Hafez, 1987).

Gambar 2. Pola oogenesis pada ternak sapi dan domba.
Gen Pengatur Oogenesis
Oogenesis pada makhluk hidup khususnya pada ternak merupakan sebuah proses yang kompleks, yang melibatkan fisiologis ovari, kontrol hormonal dan gen yang berekspresi pada pengaturan kinerja ovari. Dalam pengaturan genetis dari proses oogensis melibatkan beberapa gen, beberapa gen mempunyai karakteristik dan ekspresi yang berbeda-beda.
Gen JY-1
Gen spesifik pada produk oosit berpengaruh terhadap pengaturan fertilitas pada mamalia, Hal tersebut dapat dilihat oosit sapi yang memiliki gen JY-1 yang ekspresinya berfungsi pada pengaturan fungsi sel granulosa dan pada tahapan embrionik awal. Karakteristik dari gen JY-1 pada sapi berlaku juga pada beberapa spesies tertentu (Bettegowda. 2007).
Pendeteksian RNA dari beberapa macam jaringan menggunakan PCR mendeteksi JY-1 mRNA hanya pada ovari fetus yang dikoleksi pada hari 180 dan 210 dari kebuntingan dan tidak pada pemeriksaan jaringan lainnya yang mendukung ekspresi spesifik dari mRNA JY-1. Pendeteksian terhadap gen JY-1 mRNA menghasilkan tiga JY-1 mayor dengan panjang 1,8 kb, 1,2 kb, dan 700 bp. Ekspresi intraovaria dari JY-1 dan proteinnya hanya terdapat pada oosit. In situ hibridisasi pada JY-1 mRNA spesifik pada oosit preantral dan antral folikel. Tidak ada hibridisasi yang signifikan pada sel somatic ovarium (granulose, theka dan stroma) yang ditemukan. Protein JY-1 ditemukan pada oosit dalam pertumbuhan folikel pada fase primordial, primer, dan antral (Gambar 3) pada ovary fetus pada hari ke 230 kebuntingan (Bettegowda. 2007).

Gambar 3. Intraovari lokasi JY-1 protein pada perkembangan folikel oosit (A) perkembangan folikel, (B) folikel primordial, (C) folikel primer, (D) dan folikel antral. Panah pada B dan C menunjujkkan sebuah folikel primordial dan primer.
Gen JY-1 sebagai penghasil protein spesifik yang mengatur fungsi sel granulosa dan perkembangan awal embrio, serta ekpresi dari JY-1 bersifat spesifisk pada setiap spesies. Protein yang dihasilkan dari JY-1 memiliki ekspresi pada proliferasi sel dan steroidogenesis. Sebagai tambahan juga bahwa JY-1 pada sel granulosa menghambat Folikel Stimulating Hormon (FSH) ((Bettegowda. 2007).
Identifikasi dari gen JY-1 pada ternak sapi terletak pada kromosom 29, pada manusia kromosom 11, pada simpanse, tikus, dan anjing pada kromosom 17 -20.
Gen mZP3
Selama fertilisasi, penutup sperma yang spesifik pada spesies tertentu untuk ovum bergantung pada interaksi antara permukaan (glico)protein gamet. Semua telur mamalia dikelilingi oleh sebuah kulit ekstraseluler, zona pellucida (ZP) termasuk reseptor spesifik pada spesies untuk sperma (sperm reseptor). Pada tikus, glycoprotein ZP disebut mZP3 telah diidentifikasi sebagai reseptor untuk akrosom (penutup) sperma (Cohen et al.,2001).
Zona pellucida tikus terdiri atas tiga glycoprotein sulfat (ZP1, ZP2 dan ZP3) yang disintesis dan disekresi oleh oosit yang sedang tumbuh. Sekuen primer asam amino pada ZP1, ZP2 dan ZP3 diketahui dari cDNA lengkap, dan terdiri dari sebuah sekuen terminal-N, sebuah bidang zona pellucida, dan bidang transmembran terminal-C, telah diidentifikasi pada setiap bagiannya. Sekresi zona pellucida glycoprotein digeneralisasi oleh proses proteolytic terminal-N dan C dan membatasi glycosilasi O-linked, dihasilkan dalam glycoprotein ZP1, ZP2 dan ZP3 dengan molekuler mass pada 180 sampai 200, 120 sampai 140, dan 83 kDa. Hanya ZP2 dan ZP3 diperlukan untuk membentuk zona pellucida cukup kuat untuk bagian penutup sperma dan melindungi embrio selama perkembangan preimplantasi. Bagaimanapun, sedikit diketahui tentang interaksi dari dua glycoprotein selama perjalanan intraseluler dan pemasangan zona pellucida ekstraseluler larut (Hoodbhoy et al., 2006).



Diantara mamalia, proses penyatuan germ sel termasuk beberapa tahapan yang bertempat dalam urutan yang tetap (Gambar. 5). Hal tersebut dimulai dalam oviduk dengan pengikatan spermatozoa yang bebas berenang pada ZP telur dan diakhiri dalam akhir waktu singkat (1-2 jam setelah penggambungan gamet in vitro) dengan penggabungan telur dan membran plasma sperma untuk membentuk sel aktif, atau zigot.



Gambar. 5. Diagram skema selama fertilisasi telur mamalia, (i) pengikatan akrosom spermatozoa lengkap pada zona pellucid, (ii) inisiasi rekasi akrosom, (iii) penetrasi akrosom, reaksi spermatozoa pada zona pellucid, (iv) pengabungan spermatozoa dan telur, (v) reaksi kortikol, dan (vi) zona reaksi pada penutup pada penambahan spermatozoa ke zona pellucid (Wassarman, 1988).
mZP3 sebagai Reseptor Sperma
Hanya akrosom penutup spermatozoa lengkap untuk mengovulasi ZP telur tikus. Selama pentupan pada spermatozoa oleh ovum, mZP3 sebagai reseptor untuk spermatozoa dan bagian penting untuk akrosom kepala spermatozoa. mZp3 ovum sangat efektif sebagai penghambat spermatozoa dalam kompetisi antar spermatozoa lainnya dalam fertilisasi (Cohenn et al., 2001).

Gen c-Kit
c-Kit ligand (KL, disebut juga Stem Cell Factor, SCF), sebuah ligand untuk c-Kit proto-oncogen reseptor tirosin kinase, sebagai pluripotent growth factor yang terlibat dalam diferensiasi dan pertumbuhan beberapa stem sel termasuk hematopoetik stem sel, neuroblas, melanoblas dan primordial germ sell (PGCS). Ekspresi KL telah dideteksi dalam sel granulosa dalam ovarium tikus, sementara reseptor c-Kit dibatasi pada oosit dan sel theka interna (Manoya et al., 1990).
Pola ekspresi KL dan c-Kit mRNA dan protein telah diteliti pada primata dan manusia, domba dan hewan pengerat. Secara umum, PGCS, sel theka dan sel epitel ovarium menghasilkan KL. Menggunakan metode sensitif pada in situ RT-PCR telah memperlihatkan ekspresi kedua KL dan c-Kit mRNA dalam germ sel terletak pada bagian luar dari ovarium fetus tikus antara hari ke 16,5 dan 17,5 postoikus (Doneda et al., 2002). Analisa histologist memperkuat bahwa co-ekspresi mayor oosit berada dalam tahapan zigoten/pachiten pada meosis propase I, sebagai usulan bahwa loop autocrin ini mungkin mempunyai sebuah peranan penting selama tahapan ini berkembang.
Perkembangan embrionik hari ke 18,5, ekspresi KL terbatas untuk sel somatik dalam medula ovarium. Pada saat lahir, KL mRNA dan ekspresi protein meningkat pada cord tengah ovarium tikus, dan kemudian ekspresi KL menjadi asosiasi khusus dengan sel granulosa. Pada ovarium setelah lahir, protein KL dan ekspresi mRNA dideteksi dalam sel granulosa folikel pada semua tahapan perkembangannya, hingga ekspresinya sangat rendah pada folikel primordial dan primer, dan dalam sel kumulus pada folikel antrum (Gambar.6). Lebih dari 90% folikel primordial pada sapi sedikitnya terdapat satu sel granulosa mengekspresikan protein KL. Gamet betina ditampilkan pada ovary dalam bentuk folikel primordial, yang mana fungsinya pada sel granulosa oosit yang tidak tumbuh. Gen c-Kit ekspresinya aktif oleh semacam perkembangan selama embriogenik. Gen c-Kit proteinnya didapatkan pada primate dan manusia, domba, dan pengerat. Umumnya ekspresi reseptor c-Kit pada sel theka dan oosit (Gambar 6) (Doneda et al., 2002).
Protein dan mRNA c-Kit telah ditemukan dalam keadaan tinggi dalam perpindahan dan mitosis PGCS, tetapi c-Kit mRNA tidak ditemukan dalam germ sel berjalan pada tahapan meosis pertama selama kehidupan fetus pada tikus dan domba. Ekspresi c-Kit mRNA kemudian kembali dalam diploten tikus dan domba. Oosit primordial dan tahapan akhir folikel secara umum mengekspresikan protein c-Kit dan mRNA, sampai terjadi penurunan ekspresi dalam folikel antrum (Gambar. 6 dan 7). Analisis in situ hibridisasi pada ovarium, disiapkan pada pre dan postnatal pada tikus, menampilkan ekspresi pertama c-Kit terjadi pada prenatal khususnya pada fase diploten pada profase mitosis pertama (Gwatkin, 1993). Ekspresi c-Kit ditemukan secara intensif dalam pertumbuhan folikel preantral, hanya mengurangi bentuk antrum. Sangat menarik, ada beberapa bukti yang mendukung protein c-Kit juga diekspresikan pada sel granulosa pada folikel primordial manusia (Hoyer et al., 2005).



Gambar 6. Ekspresi c-Kit saat folikulogenesis. Ekspresi protein c-Kit dan mRNA meningkat dalam oosit pada folikel primordial, primer dan preantral dan kemudian menurun pada foikel antral  



Gambar 7. Immunolokasi c-Kit dalam folikel preantral. c-Kit berlokasi pada membrane oosit dalam folikel preantral (garis cokelat).
Pada sapi, KL bersamaan dengan keratinocyte growth factor (KGF) dan hepatocyte growth factor (HGF) berkoordinasi pada interaksi sel granulosa dengan sel theka yang sangat penting selama tahapan akhir pada perkembangan folikel. Kedua KGF dan HGF diekspresikan oleh sel theka, dan bersamaan menyebabkan fungsi sel granulosa dan pertumbuhannya, seperti ekspresi KL. Sel granulosa yang mendapatkan KL telah terlihat juga untuk rekrutmen sel theka, dan meningkatkan pengaruh KGF dan HGF (Parrot dan Skinner, 2000). KL juga terlihat untuk meningkatkan mRNA dan ekspresi protein SF-1, StAR dan aromatase P450 pada tikus (Jin et al., 2005).
Terdapat bukti pada oosit dan sel granulosea bersinergis pada perkembangan folikel. KL dan c-Kit berpengaruh pada BMP 15, ekspresi tersebut terlihat pada sel granulosa murine (tikus). KL mengatur ekspresi BMP 15, menyebabkan feedback negative antara oosit dan sel granulosa (Gambar 8) (Hutt et al., 2006).



Gen GDF-9
Growth Differentiation Factors -9 (GDF-9) merupakan gen pengonrol yang esensial dibutuhkan dalam perkembangan folikel. GDF-9 menstimulus protein pada proses perkembangan folikel primordial dan folikel primer sampai pengaturan sel granulose dan sel teka. GDF-9 pada domba terletak pada kromosom 5 terdiri atas 2 exon dan 1 intron dengan panjang 5644 bp. Exon 1 terdiri atas 396 bp terletak pada 1780-2176 bp, exon 2 terdiri atas 964 bp dan terletak pada 3302-4266 bp. Intron GDF-9 terdiri atas 1126 bp (Hanrahan. 2004).
Pola ekspresi GDF-9 dan hasil yang didapatkan dari penelitian pengaruh GDF-9 pada domba menunjukkan bahwa GDF-9 mengatur fungsi dari outocrine dalam perkembangan dan pematangan oosit dan fungsi paracrine dalam pengaturan perkembangan sel granulosa. Ekspresi GDF-9 juga ditampilkan setelah ovulasi terjadi dan 1,5 hari setelah fertilisasi terjadi. Ekspresi selanjutnya yakni mengatur perkembangan awal embrio. Bagaimanapun, ekspresi GDF-9 berpengaruh terhadap sel spesifik pada ovarium dan dibutuhkan dalam tahapan folikuler normal dan perkembangan oosit. Kenyataannya bahwa GDF-9 berpengaruh pada saat perkembangan folikel dimulai, khususnya pada folikel tipe pertama (primordial) dan tipe kedua (primer) (Bodensteiner. 2000).
Pengaruh GDF-9 pada folikel domba ditemukan terjadi mutasi pada 4088 bp (c menjadi t) yang merubah asam amino serine dan phenylalanin dan membentuk alel FecGH. Mutasi GDF-9 (FecGH) pada domba berasosiasi dengan BMP-15 (FecXG dan FecXB ) yang bermutasi pada kromosom X. Dalam keadaan homozigot pengaruh GDF-9 (FecGH/FecGH) dan BMP-15 (FecXG/FecXG dan FecXB/FecXB) pada domba menyebabkan sterilitas. Namun keadaan lain terjadi jika heterozigot GDF-9 (FecGH/FecG+) dan berasosiasi dengan BMP-15 (FecXG/FecX+ dan FecXB/Fec+) akan meningkatkan rata-rata ovulasi (Bodensteiner. 2000).

Gen BMP- 15
Bone morphogenetic protein 15 (BMP-15) adalah sebuah faktor pertumbuhan dan anggota dari TGFβ superfamili yang mempunyai ekspresi yang spesifik terhadap oosit. BMP-15 domba berada pada kromosom X (Galloway et al., 2000). BMP-15 mengatur prolifirasi sel granulosa dan diferensiasi oleh mitosis sel granulosa, menahan ekspresi folikel stimulating hormon, dan menstimulasi ekpresi kit ligand, semua pengaturan yang penting dari fertilitas betina mamalia (Otsuka et al., 2000; Juengel et al., 2002; Otsuka dan Shimasaki, 2002, 2002a,b; Moore dan Shimasaki, 2005). Mutasi FecXG pada BMP -15 berasosiasi dengan peningkatan ovulasi dan sterilitas pada domba Cambridge dan Belclare (Hanrahan et al., 2004).
Ekspresi BMP-15 pada sel granulosa terjadi pada saat BMP-15 mengalami mutasi pada nukleotidanya. Mutasi BMP-15 pada posisi 718 yakni perubahan c menjadi t. Dua genotype (111 bp dan 141 bp) (Gambar 9). BMP-15 berasosiasi dengan GDF-9 jika dalam keadaan homozigot (FecXG/FecXG dan FecXB/FecXB) akan menyebabkan sterilitas, dan pada keadaan heterozigot (FecXG/FecX+ dan FecXB/Fec+) akan menyebabkan peningkatan ovulasi (Hanrahan et al., 2004).



Gambar 9. Mutasi FecXG pada BMP-15, alel wild type pada 111 bp dan mutan 141 bp.

KESIMPULAN
Oogenesis pada makhluk hidup khususnya ternak terjadi pada saat prenatal embrio, Oogenesis pada ternak berhubungan dengan diferensiasi awal pembentukan organ kelamin. Kondisi fisiologis yakni hormonal dan genetis berperan penting terhadap proses oogenesis. Tahapan oogenesis pada ternak (mamalia) diatur oleh beberapa gen, antara lain :
1. Gen JY-1, berperan berfungsi pada pengaturan fungsi sel granulosa dan pada tahapan embrionik awal. Protein JY-1 ditemukan pada oosit dalam pertumbuhan folikel pada fase primordial, primer, dan antral.
2. Gen GDF-9, berfungsi menstimulus protein pada proses perkembangan folikel primordial dan folikel primer sampai pengaturan sel granulose dan sel teka. GDF-9 pada domba terletak pada kromosom 5 terdiri atas 2 exon dan 1 intron dengan panjang 5644 bp.
3. Gen BMP- 15, mengatur prolifirasi sel granulosa dan diferensiasi oleh mitosis sel granulosa, menahan ekspresi folikel stimulating hormon, dan menstimulasi ekpresi kit ligand, semua pengaturan yang penting dari fertilitas betina mamalia.
4. Gen c-Kit, ekspresinya terjadi pada prenatal khususnya pada fase diploten pada profase mitosis pertama.

DAFTAR PUSTAKA

Bettegowda. A, Yao. J, Sen. A, Li. Q, Lee. K.L, Kobayashi. Y, Patel. O.V, Coussens. P.M, Ireland. J.J, and Smith. G.W. 2007. JY-1, an oocyte-specific gene, regulates granulosa cell function and early embryonic development in cattle. PNAS. Vol. 104.
Bodensteiner. K.J, McNatty. K.P, Clay. C.M, Moeller. C.L, and Sawyer. H.R. 2000. Expression of Growth and Differentiation Factor-9 in the Ovaries of Fetal Sheep Homozygous or Heterozygous for the Inverdale Prolificacy Gene (FecXI). BIOLOGY OF REPRODUCTION 62, 1479–1485.
Doneda L, Klinger FG, Larizza L and De Felici M (2002) KL/KIT co-expression in mouse fetal oocytes. Int J Dev Biol 46,1015–1021.
Gwatkin. R.B.L. 1993. Gene In Mammalian Reproduction. Wiley-Lissa Publication. Ohio.
Hafez. E.S.E. 1987. Reproduction in Farm Animal. 5 th Edition. Lea & Febiger. Philadelphia.
Hanrahan. J.P, Gregan. S.M, Mulsant. P, Mullen. M, Davis. G.H, Powell. R, and Galloway. S.M. 2004. Mutations in the Genes for Oocyte-Derived Growth Factors GDF9 and BMP15 Are Associated with Both Increased Ovulation Rate and Sterility in Cambridge and Belclare Sheep (Ovis aries). Biology Of Reproduction 70, 900–909.
Hoyer PE, Byskov AG and Mollgard K (2005) Stem cell factor and c-Kit in human primordial germ cells and fetal ovaries. Mol Cell Endocrinol 234,1–10.
Wilhelm. D, Palmer. S, And Koopman .P. 2007. Sex Determination and onadal Development in Mammals. Physiol Rev 87: 1–28.

Minggu, 24 Maret 2013

Memulai Bisnis Tidak Harus dengan Modal Uang


moneyMemulai bisnis atau usaha tanpa modal adalah hal yang muskil. Alias tidak mungkin. Semua bisnis tetap membutuhkan modal. Entah itu berupa uang, aset yang Anda miliki saat ini, skill, ilmu, atau kesempurnaan akal dan fisik Anda. Semua bisa diartikan sebagai modal. Namun, bila Anda selalu mengkonotasikan modal dalam bentuk uang, banyak orang menilai hal itu salah.
Mengapa? Allah Yang Maha Pemurah, telah mengkaruniakan kesempurnaan akal dan fisik bagi Anda. Sebetulnya dengan akal dan fisik itu, telah lebih dari cukup untuk dijadikan modal dalam memulai sebuah bisnis. Sayangnya, selama ini mindset kita terkungkung pada pengertian bahwa modal sama dengan uang. Tidak salah memang, hanya saja bila pada satu titik Anda berposisi sebagai orang yang tak punya cukup uang, tapi semangat Anda untuk berbisnis tinggi. Apa yang Anda lakukan?
Harus diakui banyak keterbatasan dalam memulai bisnis. Dan hal itu adalah lumrah. Tapi bukan berarti menjadi penghalang bagi orang untuk melangkah dalam dunia bisnis. Bagaimana mungkin jika Anda tidak memiliki kesemua itu, kemudian menginginkan sukses dalam berbisnis?
Sekali lagi, cobalah untuk berpikir secara lebih bijak bahwa modal tidaklah identik dengan uang. Ada sekian banyak potensi dalam diri Anda yang bisa dimanfaatkan untuk memulai bisnis. Karenanya, inventarisir potensi Anda lalu berdayakan secara maksimal.
Anda memiliki ketrampilan berkomunikasi dengan baik dan pergaulan yang luas pun sebenarnya cukup dijadikan modal. Tak perlu keluar uang. Dengan sedikit sentuhan kreativitas, Anda bisa memanfaatkan kelebihan Anda tersebut dijalur bisnis jasa. Keahlian komunikasi Anda bisa menjadi pintu masuk bagi rejeki. Dan beragam jenis bisnis ini. Mulai dari konsultan, guide, hingga makelar. Tentu, kesemua itu mesti disinergikan dengan ilmu. Dan ujungnya tetap bergantung kepada kemauan Anda. Tindakan Anda adalah bentuk eksekusi atas ide-ide besar dan kemauan Anda tersebut.
Jangan berfikiran semua orang yang memiliki kekuatan finansial bisa memanfaatkan uangnya untuk berbisnis. Justru tak jarang di antara mereka menyerahkan orang lain untuk ‘memainkan’ uangnya. Nah, ini pun juga menjadi kesempatan emas bagi Anda untuk mengambil peran. Yakni, menjadikan mereka sebagai investor untuk bisnis tertentu. Atau disaat yang sama Anda juga bisa menghadirkan pihak  lain yang memiliki kemampuan beda. Pertemukan mereka dalam kongsi bisnis yang saling menguntungkan. Bila perlu libatkan diri Anda lebih dalam dari bisnis yang mereka garap. Ya, kesemuanya itu bermula dari skill Anda berkomunikasi, mudah bergaul dan terbuka. Nah, apakah itu membutuhkan modal banyak?
Itu belum seberapa. Masih banyak anugrah Allah yang Anda miliki yang bisa dimanfaatkan untuk mendulang rejeki. Contoh lain, Anda akan dapat dengan mudah mendapatkan uang dengan hanya memanfaatkan kecerdasan, kejelian dan kreativitas Anda. Yakni, dengan menjual ide-ide besar bagi orang lain. Meski dalam tataran konsep, tidak jarang orang-orang akan terbantu dengan ide Anda. Bisa jadi ide-ide Anda menjadi pemecah kebuntuan yang terjadi di perusahaan. Atau malah menjadi penyumbang bagi sebuah ‘lompatan’ untuk perusahaan agar lebih maju.
Karenanya, gali lebih dalam potensi yang Anda miliki. Siapa tahu, potensi terpendam itu akan muncul. Dan akan ‘meledak’ menjadi serpihan rejeki yang berlimpah. Tiba saatnya Anda fokus dengan diri Anda sendiri. Bila perlu sejenak ‘tulikan’ telingan Anda terhadap pembicaraan orang kebanyakan. Bahwa modal sama dengan uang. Sebenarnya, cukuplah kita mengandalkan potensi, anugrah yang Allah berikan kepada kita. Hanya saja semua berpulang kepada sikap dan kemauan Anda. Allah telah sediakan semuanya. Kini tinggal kita, Anda, manusia ini yang menindaklanjutinya.
Pun demikian, ada suatu catatan menarik bahwa untuk menjadi seorang wirausahawan, harus menandai diri dengan langkah yang bermodal seadanya. Seorang wirausahawan tidak akan tergantung sama sekali dengan modal (baca: uang). Ada atau tidak ada modal, maka seorang wirausahawan akan tetap menggunakan potensi dalam dirinya untuk berbisnis. Wirausahawan harus bisa menggali modal dari mana saja, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Wirausahawan harus mampu menciptakan nilai tambah bagi keterbatasan. Otak Anda yang kreatif adalah modal utama untuk memulai bisnis. Jaringan persahabatan (network) juga merupakan modal dan seluruh potensi yang ada dalam diri Anda bisa dijadikan sebagai modal. Bodoh adalah modal untuk menjadi pandai. Miskin adalah modal untuk jadi kaya. Tidak punya modal adalah modal untuk mempunyai modal.
Semua mahfum, bila memulai bisnis bukanlah sesuatu yang mudah. Karena bisnis adalah sebuah proses yang sangat dinamis. Bisnis akan terus membutuhkan kreatifitas dan ide-ide cerdas untuk menyikapi perkembangan lingkungan. Bisnis tidak berhenti pada satu titik tertentu. Semua tergantung sejauh dan sebesar apa kemauan Anda untuk melakukannya. Bermula dari kemauan lalu ditindaklanjuti dengan tindakan meski sederhana adalah kunci pembuka bagi langkahlangkah besar ke depan.
Kini pertanyaannya berujung pada mindset Anda. Mindset atau pola pikir penting untuk mengawali semua rencana membangun sebuah bisnis. Anda harus mempunyai keyakinan, kepercayaan, keseriusan, disiplin dan keinginan yang kuat untuk membangun sebuah bisnis yang sukses. Yang penting adalah miliki pola pikir. Pola pikir bisnis itu bisa dipupuk kalau Anda merasa belum memilikinya. Sebetulnya setiap orang punya, namun terkadang sejak kecil, tanpa sadar kita dibesarkan di lingkungan keluarga yang justru ‘mematikan’ pola pikir bisnis tadi.
Nah, kini disaat Anda dalam kesadaran tinggi, mulailah mencari ide bisnis. Manfaatkan kesempurnaan akal dan fisik Anda sebagai sumber modal. Jangan kungkung pikiran Anda dengan hal-hal yang selama ini membatasi. Karena sekali lagi, hakikat modal tidak selamanya berwujud uang. Tapi, Anda dengan segenap anugrah dari Allah yang dimiliki adalah modal yang luar biasa.


Sumber artikel: pengusahamuslim.com dan redaksi
Sumber gambar: revitalizationpartners.com

Kamis, 27 Oktober 2011

Benarkah Bumi Adalah Makhluk Hidup?

Jika kita mengaduk bejana hipotesis ilmiah modern, dan memilih manakah di antara mereka yang paling mengaburkan antara garis nyata dan ramalan, kita akan menemukan Hipotesis Gaia berada di puncak rating. Selama empat dekade, gagasan tentang “bumi yang hidup” terus mengumpulkan bukti nyata untuk mendukungnya, para ilmuwan dari berbagai bidang mulai tertarik dengan gagasan tersebut.
Lalu apakah yang dimaksud dengan Hipotesis Gaia? Dinamai menurut Dewi Bumi bangsa Yunani kuno, teori ini menggambarkan planet kita sebagai sebuah sistem yang hidup, bernafas dan sebagai satu kesatuan yang memiliki aturan sendiri.
Lihatlah pada udara yang kita hirup misalnya. Oksigen adalah unsur praktis yang sangat dibutuhkan oleh semua organisme untuk hidup, mulai dari bakteri, ikan hingga manusia. Gas ini selama berabad-abad mengelola 21% komposisi atmosfer bumi yang berkaitan dengan kelangsungan hidup organisme (tumbuhan) yang secara terus menerus melepaskan gas tersebut. Oksigen—elemen yang sangat reaktif—memiliki potensi untuk bersenyawa dengan mineral dan gas lain dari atmosfer dan kerak bumi, mengabur sepenuhnya dalam bentuk senyawanya masing-masing.
Namun walaupun labil, atmosfer Bumi merupakan penyokong kehidupan yang relatif tiada hentinya. Ini adalah salah satu hasil pengamatan dari ahli kimia James Lovelock yang dipaparkan pada konferensi ilmiah yang diselenggarakan di Princeton tahun 1969. Mengemukakan konsep alam semesta sebagai sebuah permainan adu untung semata, Lovelock mendalilkan bahwa bumi dapat bekerja dengan baik seperti layaknya suatu organisme hidup yang maha besar, dia mengorganisir semua bentuk materi, baik itu materi organik maupun anorganik dengan tujuan yang pasti, yakni menciptakan suatu lingkungan yang layak menopang kehidupan di dalamnya. Lepas dari prestasi masa lalunya—khususnya pada saat menciptakan instrumen sensitif untuk pesawat ruang angkasa Viking pada eksplorasi Marsnya—ide Lovelock tentang bumi yang hidup mendulang kritik keras dari para koleganya.

Hal lain yang diangkat Lovelock adalah tidak berubahnya konsentrasi kadar garam air laut, yang tetap berada pada tingkat optimal bagi eksistensi kehidupan. Ilmu pengetahuan telah menemukan bahwa air sungai secara konstan menyeret mineral garam untuk masuk ke laut, namun ketika air laut menguap menjadi bentuk awan, garamnya tidak akan terbawa serta. Jika kita dengan ketat mengikuti cara berpikir logis, kita pasti menyimpulkan bahwa konsentrasi kadar garam di laut semestinya akan meningkat seiring waktu. Namun hal ini tidak terjadi. Konsentrasi kadar garam tidak berubah selama berabad-abad. Menurut mereka yang mendukung Hipotesis Gaia, ini merujuk pada kemampuan kolosal bumi dalam memelihara keseimbangan internal – fenomena yang secara ilmiah sesuai (meskipun pada umumnya berlaku pada organisme sel) layaknya “homeostasis” (sistem keseimbangan internal pada tubuh).
Beberapa pihak percaya bahwa jawaban di balik fenomena ganjil ini mungkin ditemukan pada pembentukan tambang garam: dari waktu ke waktu air membentuk sebuah teluk dan kemudian terkurung oleh daratan. Air menguap dan hanya meninggalkan garam. Daratan inilah yang kemudian tertutup oleh tanah liat dan pasir, yang lama kelamaan mengubahnya menjadi batu karang, mencegah air sungai membawa mineral garam pergi. Apakah mekanisme ini yang mengatur konsentrasi garam, seperti misalnya air tawar (sungai) tidak pernah tidak dapat didiami ikan dan makhluk laut lain? Menurut para pendukung teori ini, hal tersebut bukanlah keadaan yang kebetulan, namun lebih dari suatu proses yang dikendalikan oleh Gaia sendiri.
Contoh terbaru lain yang mendukung keberadaan Gaia adalah datang dari penemuan ilmuwan Universitas Hong Kong, pimpinan Jiu Liao. Selama penelitiannya di sepanjang pantai, tim peneliti ini mencatat bahwa air pasang seolah-olah membuat pesisir pantai “bernafas” seperti udara dan embun yang bersirkulasi melalui tekanan air pada dasar laut. Kasus pernafasan yang paling jelas dapat dilihat pada gelembung udara yang muncul dari lantai pesisir. Air pasang nampaknya mempengaruhi gerakan ritmis dasar laut, menyebabkan sesuatu yang serupa dengan pernafasan tetapi dengan frekuensi yang lebih lambat, tepatnya, tentu saja, disesuaikan dengan ukuran bumi yang mahabesar.
Bukti mengenai bumi yang hidup dan bernafas tidak hanya berhenti di sana: laporan akhir oleh ilmuwan dari Observatorium Mauna Loa Hawaii menunjukkan bahwa konsentrasi karbondioksida (CO2), dari tahun 1955 hingga 1995, bervariasi dalam pola ritmis—naik turun, dengan bukti yang dikumpulkan melalui beberapa stasiun geografi, dan beberapa diantaranya menginterpretasikan seperti layaknya bumi yang sedang menghirup dan menghembuskan nafas.
Hipotesis Gaia berdiri melawan dominasi teori yang berpegang pada gagasan, kondisi yang layak untuk hidup telah dikelola selama beribu-ribu tahun semata-mata hanyalah kebetulan—proses kerja indepen-dent yang terisolasi ini, menciptakan situasi yang lemah. Keyakinan bahwa Bumi adalah sistem yang hidup merupakan gagasan yang hingga kini lebih banyak mendapatkan sikap skeptis daripada mereka yang mendukung, namun pemikiran dapat berubah seiring bukti yang bermunculan

Sabtu, 12 Februari 2011

Ide Unik untuk Hadiah Valentine

Hadiah untuk menunjukkan kasih sayang tak perlu mahal atau berlabel mewah. yang penting adalah seberapa besar perasaan Anda saat memberikan hadiah tersebut. Berikut beberapa ide unik untuk hadiah Valentine, seperti dikutip dari Genius Beauty.
1. Sesuatu yang berhubungan dengan hobi. Cari tahu kegemaran pasangan. Apakah ia suka main musik, memancing atau mengumpulkan action figure. Belilah sesuatu yang berhubungan dengan hobinya. Hadiah itu juga menunjukkkan bahwa Anda selalu mendukung apapun kegiatan kegemarannya.
2. Ciuman di dalam kotak. Berikanlah ciuman sayang Anda dalam bentuk yang berbeda. Masukkan 365 lembar kupon ciuman bikinan Anda ke dalam sebuah kotak yang cantik, lalu berikan pada pasangan. Jelaskan padanya bahwa ia bisa menukar satu kupon setiap harinya untuk mendapatkan ciuman sayang dari Anda. Seru kan?
3. Kolase foto. Kumpulkan foto-foto Anda dan pasangan, dari kecil hingga kini. Buatlah sebuah kolase dan cerita perjalanan cinta Anda dari awal bertemu. Dengan melihatnya, pasangan juga akan mengingat, betapa ia mencintai Anda.
4. Berburu harta karun. Berikan peta padanya, serta petunjuk dan teka-teki. Biarkan ia mengikuti peta tersebut dan mencari hadiahnya sendiri. saat ia menemukannya, Anda tengah menunggunya di sebuah meja dengan makan malam, lilin dan sebuah kado.
5. Petualang waktu. Bikin daftar tempat-tempat kencan Anda saat pertama kali bertemu, atau dalam masa pendekatan. Susuri kembali tempat itu bersama-sama. Nostalgia akan membuat Anda dan pasangan merasa semakin dekat.
Selamat berbahagia!

Selasa, 11 Januari 2011

9 Kebiasaan Menyegarkan Otak

By Petti Lubis, Mutia Nugraheni - Senin, 10 Januari

Wanita Energik
VIVAnews - Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa 'kurang tertantang'. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak 'baru'.
Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya "Wake Up and Live and Becoming a Writer", menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.
Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan  "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal.