Selasa, 11 Januari 2011

9 Kebiasaan Menyegarkan Otak

By Petti Lubis, Mutia Nugraheni - Senin, 10 Januari

Wanita Energik
VIVAnews - Rasa jenuh dengan aktivitas sama setiap harinya dapat menimbulkan depresi. Kebosanan ini juga bisa membuat otak Anda merasa 'kurang tertantang'. Jika Anda sering mengalami hal ini, jangan diam saja. Lakukan latihan berikut ini yang bisa membuat Anda seperti memiliki otak 'baru'.
Dorothea Brande, penulis dan editor asal Amerika Serikat yang terkenal dengan bukunya "Wake Up and Live and Becoming a Writer", menyarankan beberapa latihan mental untuk membuat pikiran Anda jadi lebih tajam. Latihan-latihan dimaksudkan untuk menarik Anda keluar dari kebiasaan dan rutinitas, memberikan Anda perspektif berbeda, serta menempatkan Anda dalam situasi yang membutuhkan akal serta kreativitas dalam memecahkan masalah.
Brande percaya, hanya dengan melakukan pengujian dan peregangan sendiri Anda mengembangkan kekuatan mental. Berikut sembilan latihan yang disarankan oleh Brande yang bisa Anda coba, seperti dikutip dari Divine Caroline.
1. Habiskan satu jam setiap harinya dengan tidak berkata apa-apa. Kecuali, untuk menjawab pertanyaan secara langsung, di tengah-tengah kelompok, tanpa menimbulkan kesan bahwa Anda merajuk atau sakit. Cobalah bersikap sebiasa mungkin.
2. Berpikirlan selama 30 menit setiap hari tentang satu subjek. Mulailah dengan berpikir dalam lima menit jika 30 menit terlalu lama.
3. Berbicaralah selama 15 menit per hari tanpa menggunakan kata "Aku", "Saya", dan  "Milik saya".
4. Cobalah untuk diam di tengah keramaian
5. Lakukan kontak dengan orang baru dan biarkan ia menceritakan banyak hal soal dirinya tanpa ia menyadari.
6. Ceritakan secara eksklusif tentang diri sendiri dan kesenangan Anda tanpa mengeluh, membual atau membuat bosan teman Anda.
7. Buat rencana selama dua jam per hari dan lakukan rencana itu dengan konsekuen.
8. Buatlah 12 kegiatan yang dilakukan secara acak dan spontan. Misalnya, sepulang mendatangi tempat makan yang belum pernah dikunjungi sebelumnya lalu pulang bukan dengan naik taksi tetapi ojek. Atau, biasanya pada pagi hari Anda minum kopi, minumlah air putih atau jus. Usahakan kegiatan tersebut berbeda dari rutinitas Anda.
9. Dari waktu ke waktu, luangkan setiap harinya menjawab "Ya" untuk setiap permintaan orang lain, tapi tentunya yang masuk akal.

Jumat, 07 Januari 2011

7 Hal yang Wanita Benci dari Pria


VIVAnews - Wanita mengagumi pria karena berbagai alasan. Entah itu, perhatiannya, tubuh tegapnya, atau kecerdasannya. Namun, ada sejumlah perilaku khas pria yang tidak disukai wanita.
Ingin tahu apa sajakah itu? Simak hasil wawancara sekelompok wanita yang menyatakan hal paling dibenci dari pria, seperti dikutip dari laman Idiva:
1. Ego tinggi
Banyak wanita berharap, pria sedikit menurunkan egonya. Banyak wanita beranggapan, pria selalu tak ingin disaingi wanita, tidak rela jika wanita memiliki kemapuan lebih darinya.
2. Menganggap wanita hanya sebagai objek seks
"Satu hal yang saya benci tentang kebanyakan pria adalah mereka kerap menganggap wanita sebagai inferior dan hanya objek kepuasan seksual. Padahal dalam agama dan budaya wanita adalah sosok yang harus dihormati, tapi wanita masih saja sering diperlakukan buruk,” ujar Miss India 2008, Parvathi Omanakuttan saat menanggapi sikap pria yang paling dibencinya.
3. Terobsesi payudara
Payudara wanita memang menjadi bagian paling menarik perhatian banyak pria. Maka tak heran saat melihat payudara berukuran besar, tatapan pria seakan tak berkedip. Padahal, mereka sering melihat wanita setiap hari, namun tetap saja tatapan pertama yang membuatnya banyak pria terpaku adalah bagian dada wanita. Hal ini membuat kebanyakan wanita merasa risih.
4. Berambut gondrong
Sebagian pria mungkin cocok berpenampilan rambut panjang. Namun, jika tak sesuai dengan bentuk wajah, beberapa wanita tidak menyukai gaya pria dengan rambut gondrong. Dan akan lebih buruk lagi, jika pria berambut panjang menggunakan ikat rambut warna-warni, gel rambut dan mewarnai rambutnya dengan cat rambut pirang. Ini bisa menjadi hal menjijikkan buat wanita.
5. Pria terobsesi penampilan
Pria selalu mengeluh ketika wanita membutuhkan waktu lama untuk berdandan. Tapi ternyata, pria juga butuh waktu lama untuk merapikan diri, mulai dari memilih busana bahkan tak jarang dari mereka juga menggunakan riasan meski hanya sedikit bedak.
6. Seks, seks, seks
Pria begitu terobsesi pada aktivitas seksual sepanjang waktu. Ibarat kompor, dorongan seks pria bagaikan kompor gas. Pria hanya cukup pemanasan sedikit untuk bergairah. Banyak humor diciptakan orang untuk menunjukkan betapa pentingnya seks bagi seorang pria. Kebanyakan wanita beranggapan, mereka hanya mendengar apa yang mereka mau.
7. Pria berbulu
Kebanyakan pria tak rela jika bulu-bulu halus di tubuhnya dipangkas habis. Padahal, sebagian besar wanita merasa jijik saat melihat pria dengan banyak bulu, terutama di bagian dadanya.

Senin, 03 Januari 2011

Gaya Hidup Tak Sehat Tertanam di Usia 16 Tahun

Vera Farah Bararah - detikHealth

<p>Your browser does not support iframes.</p>


img
(Foto:thinkstock)
Basque, Spanyol, Gaya hidup tak sehat bisa menimbulkan berbagai gangguan atau penyakit di dalam tubuh. Berdasarkan survei diketahui gaya hidup tak sehat ini mulai tertanam sejak usia 16 tahun.

Penelii mengklaim pola gaya hidup yang suka mengonsumsi makanan tak sehat, minum alkohol dan jarang berolahraga mulai mendarah daging ketika seseorang berusia 16 tahun.Temuan ini disampaikan oleh Marta Arrue dari University of the Basque Country di Spanyol.

"Perubahan gaya hidup ini akan diikuti dengan berbagai risiko yang akhirnya bisa menyebabkan kualitas atau jam tidur yang kurang," ujar Arrue, seperti dikutip dari Telegraph, Sabtu (1/1/2011).

Arrue menuturkan perhatian khusus harus diberikan pada remaja 16 tahun, karena pada usia tersbeut merupakan titik balik dan juga penentuan kebiasaan apa yang akan dipilihnya, yaitu perilaku sehat atau perilaku yang berisiko.

Dalam penelitian ini diamati 2.018 orang muda di wilayah Basque, Spanyol yang diminta untuk mengisi kuesioner. Data kuesioner ini disusun dan dianalisa berdasarkan jenis kelamin dan juga usia. Diketahui bahwa kebiasaan hidup yang tidak sehat sudah mulai terdeteksi sejak masa remaja awal.

Perempuan menunjukkan perilaku risiko yang lebih besar dibanding laki-laki. titik kelemahan perempuan adalah pada pola gaya hidup modern, masalah tidur, risiko hamil dan juga infeksi penyakit menular seksual. Sedangkan titik lemah laki-laki adalah penggunaan alkohol, obat-obatan dan juga pola makan yang buruk. Kondisi ini dipengaruhi oleg berbagai faktor seperti kurangnya informasi dan juga lingkungan.

"Untuk itu perlu dipertimbangkan kampanye pencegahan yang diutamakan pada kelompok-kelompok berisiko dan bahkan pada remaja berusia kurang dari 13 tahun," ujar Arrue.